Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 09 April 2013

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas ISBD yang diampu oleh Drs. Ana Maulana, M.Pd - AMIK GARUT -

Pengertian General Education
General Educatin adalah pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya. Program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa.Sasaran yang disentuh : rasio, rasa, dan tingkah laku
Latar Belakang Lahirnya General Education
Reaksi terhadap kecenderungan masyarakat modern yang mendewakan produk teknologi dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai akibat dari produk sistem pendidikan modern yang sekular, yaitu pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.
General Education di Amerika dan Eropa
Di Amerika dan Inggris, konsep general education, dalam rangka menciptakan masyarakat yang berbudaya, demokratis dan perduli terhadap lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya. Laporan lima puluh tahunan dati Nation Society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu :
-          Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
-          Sebagai reaksi terhadap kepincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas
-          Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa
-          Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal.
Pada abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian yang matang.
Menurut Philip H. Phenix (1964:6), enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa :
-          Makna symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
-          Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
-          Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
-          Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
-          Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
-          Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Konsep Pendidikan Umum di Indonesia (latar belakang adanya ISBD)
Sistem pendidikan modern cenderung mengarah pada suatu proses dehumanisasi. Ditandai oleh penajaman kajian keilmuan ata spesialisasi berlebihan dalam bidang-bidang tertentu. Maka sistem pendidikannya cenderung hanya memahami pada satu aspek tertentu saja, sedangkan aspek-aspek lainnya diabaikan.
Pendidikan seperti ni mengahasilkan para lulusan yag berpola pikir, pola hidup, bersifat materialistis dan perilaku mekanistik. Mereka menjadi suatu generasi yang miskin akan nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki. Sangat menghawatirkan generasi depan. Mereka masuk ke dalam persaingan global dengan menghalalkan segala cara demi mencapai kesuksesan material semata.
Gambaran kecenderungan dunia pendidikan tinggi dewasa ini sangat mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat unuversal nyaris terabaikan, maka anak didik perlu dibekali suatu kemampuan untuk memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai universal.
General education/pendidikan umum yang ada di Amerika telah dikolaborasikan oleh para ahli pendidikan di Indonesia menjadi studi/mata kuliah yang dulu disebut MKDU. MKDU di bagi menjadi dua kelompok yaitu :
-          MPK (mata kuliah pengembangan kepribadian yang meliputi : Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewiraan Nasional).
-          MBB (mata kuliah berkehidupan bermasyarakat yang meliputi mata kuliah ISD, IBD, dan IAD) dan IBD dan ISD melebur menjadi mata kuliah ISBD.
Pemetaan aspek pembelajaran dalam kelompok mata kuliah :
-          MPK, MKK (keahlian dan keilmuan – learning to know)
-          MKB (keahlian berkarya – learing to do )
-          MPB (perilaku berkarya – learning to be)
-          MBB (berkehidupan bermasyarakat – learning to live together)
-          MPK (mata kuliah pengembangan kepribadian)
Kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, kepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.